<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>rizAzmi</title>
	<atom:link href="http://rizazmi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rizazmi.wordpress.com</link>
	<description>Simple thing should be simple; complex thing should be possible</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Nov 2009 08:57:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='rizazmi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/bb6ef4d677709a273425257293970a2a?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>rizAzmi</title>
		<link>http://rizazmi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rizazmi.wordpress.com/osd.xml" title="rizAzmi" />
		<item>
		<title>Hey Jude!</title>
		<link>http://rizazmi.wordpress.com/2009/11/09/hey-jude/</link>
		<comments>http://rizazmi.wordpress.com/2009/11/09/hey-jude/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 08:57:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizazmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rizazmi.wordpress.com/2009/11/09/hey-jude/</guid>
		<description><![CDATA[       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizazmi.wordpress.com&blog=6712481&post=111&subd=rizazmi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://9gag.com/photo/13766_full.jpg" alt="" /></p>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rizazmi.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rizazmi.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rizazmi.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rizazmi.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rizazmi.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rizazmi.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rizazmi.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rizazmi.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rizazmi.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rizazmi.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizazmi.wordpress.com&blog=6712481&post=111&subd=rizazmi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rizazmi.wordpress.com/2009/11/09/hey-jude/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/103207c25bed7e24ce547835b03228c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizazmi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://9gag.com/photo/13766_full.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Rahasia (The Secret)</title>
		<link>http://rizazmi.wordpress.com/2009/10/25/rahasia-the-secret/</link>
		<comments>http://rizazmi.wordpress.com/2009/10/25/rahasia-the-secret/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 13:47:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizazmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rizazmi.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[
Dalam buku The Secret atau dalam terjemahan Indonesia Rahasia disebutkan bahwa kehidupan seseorang dipengaruhi oleh apa yang dia pikirkan, sehingga hal tersebut menjadi Center of Gravity. Misalnya, jika kita terus menerus memikirkan kalau kita menganggap proposal yang kita ajukan gagal, maka secara tidak langsung mempengaruhi di sekeliling kita. In fact proposalnya bagus, namun aura pikiran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizazmi.wordpress.com&blog=6712481&post=104&subd=rizazmi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><img src="http://agusarnold.files.wordpress.com/2009/07/ist2_364690-cool-camel.jpg" /></p>
<p>Dalam buku The Secret atau dalam terjemahan Indonesia Rahasia disebutkan bahwa kehidupan seseorang dipengaruhi oleh apa yang dia pikirkan, sehingga hal tersebut menjadi Center of Gravity. Misalnya, jika kita terus menerus memikirkan kalau kita menganggap proposal yang kita ajukan gagal, maka secara tidak langsung mempengaruhi di sekeliling kita. In fact proposalnya bagus, namun aura pikiran kegagalan proposal akan menyebar.</p>
<p>Oke, enough for the intermezzo. Kali ini saya tertarik dengan orang yang memiliki &#8216;nasib&#8217; atau &#8216;takdir&#8217; secara kebetulan. Mungkin kita pernah melihat ada orang yang seringkali beruntung, sering kali well acepted by others, sementara jika kita dengan cara yang sama dilakukannya gagal ada di sekeliling kita (kalau kata Tung Desem Amati Tiru Modifikasi cara orang yang sukses, namun tidak bisa diterapkan karena ada faktor X dari orang itu). Namun, di sisi lain ada orang yang sering kali sial. Misalnya, sehati-hati apaun pasti dia ceroboh, entah barangnya terlupa, dompet ketinggalan, timing tidak tepat dsb.</p>
<p>Kapan waktu saya pernah membaca posting menarik di KASKUS mengenai orang-orang yang seringkali sial. Misalnya ada orang yang sering kali kena petir, orang yang rumahnya 6 kali di jatuhi meteor, orang yang setiap kali berlibur selalu ada serangan teroris, dan sebagainya. Menarik ya, sepertinya ada nasib atau takdir khusus buat mereka. Mungkin ada hubungan dengan thesis dari buku The Secret diatas. Semacam ada Center of Gravity atas &#8216;kutukan&#8217; yang menimpa mereka bahkan konon, Tuhan pun tidak sedang bermain dadu. Jadi, ini menarik sekali.</p>
<p>Ada lagi pengalaman menarik saya (diluar artikel KASKUS). Saya menemukan orang yang seringkali berada pada kematian orang lain secara mengenaskan. Mirip Kogoro Mouri, tapi ini di Indonesia. Cerita bertemunya juga tidak sengaja. Waktu itu saya mau berangkat ke UI. Nyubuh habis sahur Ramadhan sudah duduk-duduk di peron 2 Gondangdia. Tiba-tiba ada bapak-bapak mengajak saya ngobrol tentang apapun pengalaman hidupnya. Pembukaan pembicaraan dimulai dari tanggapan orang yang duduk di atap KRL Ekonomi.</p>
<p>Saya (S): &#8220;Ck.Ck.&#8221; (liat padatnya KRL arah Jakarta-Kota subuh itu)<br />
Bapak (B): &#8220;Orang Indonesia itu tidak takut mati. Padahal banyak kasus kesetrum&#8221;</p>
<p>Akhirnya pembicaraan berlanjut, kalau dia pernah melihat orang mati Kesetrum di atas kereta. Bukan hanya gosong, tapi badannya berasap. Saya pikir ini sudah pengalaman mengerikan, tapi dia terus menceritakan pengalamannya dan ini membuat saya bergidik kalau Bapak ini sering sekali menyaksikan orang dalam keadaan mengenaskan. Berikut rangkuman ceritanya:</p>
<ul>
<li>Melihat orang kesetrum di atas kereta.</li>
<li>Melihat orang jatuh dari atap kereta dan terus terjun ke bawah rel di Cikini-Manggarai.</li>
<li>Melihat tetangganya kesetrum saat membetulkan siaran TV</li>
<li>Melihat bapak-bapak (tahun 90-an) badan terbelah dua gara-gara menyebrang rel di Gondangdia. Dia bercerita, jangankan makan daging, melihat soto pun dia muntah selama 2 minggu.</li>
<li>Rata-rata menyaksikan polisi lantas matinya dengan muka mengerikan (dia bilang rata-rata polantas makan rezeki sopir dan orang-orang yang dia tilang mendoakan jelek-jelek (kemakan sumpah). Bapak itu dulunya mantan sopir angkot dan mantan preman, jadi tahu betul seluk beluk jalanan). wah-wah&#8230;</li>
<li>Melihat orang kesambar petir (sering).</li>
</ul>
<p>Sepertinya, bapak yang saat itu saya ajak ngobrol punya Center of Gravity Negative. Otomatis gw mikir yang bukan-bukan. Sudah saatnya saya cabut dari samping beliau (parno akan teori The Secret), jangan dekat-dekat dengan Center of Gravity Negative. Cukup lama memang pembicaraannya, sekitar 1 jam, dan jam pun menunjukkan jam 7.30, kereta belum juga muncul. Mungkin ini negativenya, saya terlambat kuliah! Okelah, ini negativenya, semoga saja. Tidak cuma itu KRL Express muncul, bukan KRL Ekonomi seperti karcis yang saya beli. Terlalu parno, biarlah kesialan itu berganda. Saya pamit sama beliau, nekat naik KRL Express demi mengejar kuliah pagi. Bapak itu sudah melarang, kalau KRL Express dendanya 30 ribu, saya tidak peduli.</p>
<p>Saya terlalu parno, kebanyakan baca buku The Secret. Tidak ada pemeriksaan karcis di KRL Express saat itu. Banyak pula mahasiswa UI yang ikut &#8216;numpang&#8217;. Saya selamat. Dan baru teringat, kalau saya sendiri tadi telah menjadi Center of Gravity, karena pikiran saya negative.</p>
<p><em>So, be positive; tapi seringkali kita terhalang dan malah bertindak untuk bagaimana berpikir positive sendiri. </em></p>
<p>Cheers.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
Note:<i>*Sekedar refresh ingatan waktu ketemu Bapak X di Stasiun Gondangdia. Tidak ada kesimpulan apa-apa kecuali saya bosen liat PR</i></p>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rizazmi.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rizazmi.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rizazmi.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rizazmi.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rizazmi.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rizazmi.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rizazmi.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rizazmi.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rizazmi.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rizazmi.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizazmi.wordpress.com&blog=6712481&post=104&subd=rizazmi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rizazmi.wordpress.com/2009/10/25/rahasia-the-secret/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/103207c25bed7e24ce547835b03228c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizazmi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://agusarnold.files.wordpress.com/2009/07/ist2_364690-cool-camel.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Regulatory Impact Analysis dalam Penelitian Kebijakan</title>
		<link>http://rizazmi.wordpress.com/2009/08/31/regulatory-impact-analysis-dalam-penelitian-kebijakan/</link>
		<comments>http://rizazmi.wordpress.com/2009/08/31/regulatory-impact-analysis-dalam-penelitian-kebijakan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 07:50:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizazmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kantor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rizazmi.wordpress.com/2009/08/31/regulatory-impact-analysis-dalam-penelitian-kebijakan/</guid>
		<description><![CDATA[Pendahuluan
Latar Belakang
Secara umum regulasi dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu regulasi ekonomi yang mengatur kerangka acuan bagi pelaku ekonomi, regulasi sosial yang mengatur standar kesehatan, keselamatan, lingkungan dan sebagainya, serta regulasi administrasi yang mengatur formalitas dan prosedur. Bukti empiris menunjukkan bahwa regulasi yang baik dapat menciptakan iklim yang baik bagi pengembangan usaha. Hal ini sejalan dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizazmi.wordpress.com&blog=6712481&post=101&subd=rizazmi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p><strong>Latar Belakang</strong></p>
<p>Secara umum regulasi dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu regulasi ekonomi yang mengatur kerangka acuan bagi pelaku ekonomi, regulasi sosial yang mengatur standar kesehatan, keselamatan, lingkungan dan sebagainya, serta regulasi administrasi yang mengatur formalitas dan prosedur. Bukti empiris menunjukkan bahwa regulasi yang baik dapat menciptakan iklim yang baik bagi pengembangan usaha. Hal ini sejalan dengan studi dari World Bank&#8217;s bahwa diungkapkan dalam sektor swasta terdapat korelasi antara peraturan yang lebih baik dengan peningkatan iklim investasi, pertumbuhan ekonomi dan pengurangan kemiskinan. Dimana dalam kebijakan diharapkan adanya kelancaran hukum seperti pendaftaran, perizinan, pajak, dan retribusi; peraturan yang efektif biaya dan sederhana; kepastian dalam mekanisme partisipasi publik dan pemerintahan yang baik; serta kekonsekuenan dalam prinsip-prinsip hukum seperti penegakan hukum, proporsionalitas, dan efektifitas peraturan</p>
<p>Terkait dengan hal tersebut analisis dampak peraturan merupakan perangkat yang penting yang menghubungkan kualitas tinggi peraturan, tata pemerintahan yang baik, dan pembangunan ekonomi. Selain itu partisipasi publik (<em>stakeholder</em>) dinilai dapat meningkatkan transparansi, membangun kepercayaan dan mengurangi risiko regulasi. Sehingga hal ini dapat dikatakan sebagai solusi biaya terendah dalam membantu mengurangi biaya implementasi peraturan bagi regulator.</p>
<p>Selama ini dalam penyusunan produk hukum lebih bersifat legal drafting yaitu ditekankan kepada kesesuaian dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi namun tidak memandang peran serta pemangku kebijakan serta partisipasi umum. Dalam hal ini, diperlukannya suatu instrumen khusus untuk penyusunan kebijakan, terutama dalam penelitian kebijakan. Dalam tulisan ini, akan tentang tentang metode RIA atau Regulation Impact Analysis atau Regulation Impact Assesment.</p>
<p><span id="more-101"></span>
<p><strong>Pengertian, Tujuan dan Manfaat RIA</strong></p>
<p>Regulatory Impact Anallysis atau Regulatory Impact Assessment (RIA) adalah dokumen yang dibuat sebelum peraturan pemerintah yang baru diperkenalkan. Tujuan dari RIA adalah untuk menyediakan secara terperinci dan sistematis penilaian potensi dampak dari peraturan baru untuk menilai apakah kemungkinan peraturan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Kebutuhan untuk RIA muncul dari fakta bahwa regulasi umumnya memiliki banyak dampak dan bahwa ini sering sulit untuk meramalkan tanpa studi yang rinci dan konsultasi dengan pihak-pihak yang terkena dampak. Pendekatan ekonomi masalah peraturan juga menekankan risiko tinggi yang biaya peraturan dapat melebihi manfaat. Dari perspektif ini, tujuan utama dari RIA adalah untuk memastikan bahwa peraturan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari sudut pandang &#8211; yaitu, bahwa keuntungan akan melebihi biaya. RIA umumnya dilakukan dalam konteks komparatif, dengan berbagai sarana untuk mencapai tujuan dicari yang dianalisis dan hasilnya dibandingkan.</p>
<p>Dalam hal ini, manfaat RIA yaitu memastikan secara sistematis dalam menentukan pilihan kebijakan yang paling efisien dan efektif. Selain itu, RIA dapat mengukur menguji motif di balik pilihan kebijakan yang dibuat, yaitu apakah sebuah peraturan dibuat karena kepentingan publik luas atau lebih dominan menuruti kepentingan pembuat kebijakan atau golongan tertentu saja. RIA dapat memberikan alasan perlunya intervensi pemerintah, memberikan alasan bahwa regulasi adalah alternatif yang terbaik, memberikan alasan bahwa regulasi memberikan manfaat lebih besar dari biayanya, mendemonstrasikan bahwa konsultasi yang cukup telah dilakukan, dan menunjukkan mekanisme kepatuhan dan implementasi sesuai apa yang telah ditetapkan.</p>
<p><strong>Sekilas tentang Sejarah RIA</strong></p>
<p>Regulatory Impact Analisis (RIA) atau Ananlisis Dampak Kebijakan pada awalnya merupakan alat kebijakan yang digunakan secara luas di negara-negara OECD. OECD atau Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) adalah organisasi internasional yang terdiri dari 30 negara yang menerima prinsip-prinsip demokrasi perwakilan dan ekonomi pasar bebas. Sebagian besar anggota OECD berpenghasilan tinggi ekonomi dengan IPM tinggi dan dianggap sebagai negara maju. OECD didirikan tahun 1948 sebagai organisasi kerjasama ekonomi yang dipimpin oleh Robert Marjolin dari Perancis, untuk membantu mengelola Marshall Plan untuk rekonstruksi Eropa setelah Perang Dunia II. Kemudian, keanggotaannya diperluas ke negara-negara non-Eropa. </p>
<p>Negara-negara anggota OECD mengakui bahwa kualitas peraturan sangat penting untuk kinerja ekonomi dan untuk meningkatkan kualitas kehidupan warganya. Maret 1995, OECD, membangun sebuah rekomendasi untuk meningkatkan kualitas peraturan pemerintah yang pertama yang dapat diterima secara internasional melalui serangkaian prinsip mengenai kualitas peraturan. Di antara rekomendasi tersebut, terdapat berbagai sistem perbaikan, termasuk pekomendasi referensi peraturan checklist untuk pengambilan keputusan dan komitmen yang kemudian diakomodasikan kedalam bentuk RIA. Dalam hal ini, RIA meneliti dan mengukur kemungkinan manfaat, biaya dan dampak peraturan baru atau diubah. RIA juga menyediakan alat untuk pembuat keputusan dengan data empiris dengan sebuah kerangka komprehensif yang dapat digunakan untuk menilai pilihan dan konsekuensi keputusan yang dimiliki. RIA digunakan untuk mendefinisikan masalah dan untuk memastikan bahwa tindakan pemerintah itu dibenarkan dan sesuai.</p>
<p>Upaya untuk meningkatkan kualitas peraturan pada awalnya difokuskan pada masalah mengidentifikasi daerah-daerah, advokasi reformasi spesifik dan membuang peraturan memberatkan. Namun kemudian para pembuat kebijakan melihat bahwa pendekatan untuk reformasi tidak mencukupi. Agenda reformasi negara-negara OECD mulai memperluas, untuk memasukkan berbagai kebijakan yang menyeluruh eksplisit, disiplin dan peralatan. Sehingga untuk menangkap kedinamisan lingkungan yang berkelanjutan-dari-seluruh pendekatan pemerintah dalam penerapan maka RIA kemudian diakomodasikan untuk dapat digunakan dalam mengintegrasikan kompetisi dan kriteria keterbukaan pasar.</p>
<p>Selanjutnya, dalam tahap membuat laporan menggunakan RIA adapun langkah yang umum yang digunakan oleh OECD yaitu pertama membandingkan pengalaman di Negara-negara OECD RIA; kedua, membandingkan sistem yang digunakan di berbagai Negara anggota; ketiga membandingkan perkembangan historis mereka; keempat membandingkan unsur-unsur sistem dan implementasi praktis mereka, dan kelima mengidentifikasi praktek terbaik saat ini di RIA. Sehingga, dari hal-hal tersebut dibuatlah satu set sepuluh praktek-praktek yang baik dalam desain dan pelaksanaan sistem RIA (daftar pertanyaan dalam metode RIA). Ini tidak berarti bahwa sistem satu pelaksanaan RIA yang diinginkan di semua negara di sepanjang waktu. Kelembagaan, sosial, budaya dan hukum negara mengharuskan perbedaan antara desain sistem yang berbeda. Praktek yang baik adalah titik awal untuk memaksimalkan manfaat dari RIA.</p>
<p>Adapun kesepuluh daftar pertanyaan dalam methodologi RIA tersebut yaitu:</p>
<ol>
<li>Apakah masalah dengan benar ditentukan?</li>
<li>Apakah dapat dibenarkan tindakan pemerintah?</li>
<li>Apakah tindakan pemerintah tersebut merupakan peraturan yang terbaik ?</li>
<li>Apakah ada dasar hukum untuk peraturan?</li>
<li>Apa yang cocok untuk tingkat dari pemerintah untuk tindakan ini?</li>
<li>Apakah manfaat dari peraturan membenarkan biaya?</li>
<li>Apakah efek distribusi masyarakat di seluruh transparan?</li>
<li>Apakah regulasi jelas, konsisten, dapat dipahami, dan dapat diakses oleh pengguna?</li>
<li>Apakah semua pihak yang berkepentingan memiliki kesempatan untuk menyampaikan pandangan-pandangan mereka?</li>
<li>Bagaimana kepatuhan akan dapat tercapai?<br />
Sumber: OECD (1995)</li>
</ol>
<p><strong>10 Daftar Pertanyaan RIA</strong></p>
<p>RIA memiliki 10 standar pertanyaan yang merupakan standar baku yang ditetapkan oleh OECD untuk merumuskan dan melaksanakan peraturan yang lebih baik. Seperti halnya standar dalam ISO 9001 yang digunakan untuk menetapkan standar kualitas mutu, standar RIA tersebut berfokus untuk memperbaiki proses pembuatan peraturan dalam mencapai tujuan peningkatan kualitas peraturan. Perlu digaris bawahi bahwa standar tersebut bukan untuk meningkatkan proses manajemen tetapi diharapkan sebagai sebuah instrumen kebijakan dapat mencapai tingkat kualitas peraturan yang mampu mengakomodasi semua pemangku kepentingan. Adapun penjelasan rinci dari daftar pertanyaan penyususn RIA tersebut yaitu:</p>
<ol>
<li>Apakah masalah dengan benar ditentukan?<br />
Masalah yang harus dipecahkan harus tepat dinyatakan, memberikan bukti dari sifat dan besarnya, dan menjelaskan mengapa hal tersebut muncul (mengidentifikasi entitas insentif yang terkena).</li>
<li>Apakah dibenarkan tindakan pemerintah?<br />
Intervensi pemerintah harus didasarkan pada bukti eksplisit bahwa tindakan pemerintah dibenarkan, mengingat sifat dari masalah, kemungkinan manfaat dan biaya tindakan (berdasarkan penilaian yang realistis efektivitas pemerintah), dan mekanisme alternatif untuk mengatasi masalah.</li>
<li>Apakah tindakan pemerintah tersebut merupakan peraturan yang terbaik ?<br />
Regulator harus melakukan, di awal proses regulasi, sebuah informasi perbandingan berbagai peraturan dan non-peraturan instrumen kebijakan, mengingat masalah-masalah yang relevan seperti biaya, manfaat, efek distribusi dan persyaratan administrasi.</li>
<li>Apakah ada dasar hukum untuk peraturan?<br />
Proses peraturan harus terstruktur sehingga semua keputusan peraturan ketat menghormati &#8220;rule of law&#8221;; itu adalah, tanggung jawab harus jelas untuk memastikan bahwa semua peraturan yang diperkenankan oleh peraturan tingkat yang lebih tinggi dan konsisten dengan kewajiban perjanjian internasional, dan sesuai dengan prinsip-prinsip hukum yang relevan seperti kepastian, proporsionalitas dan persyaratan prosedural yang berlaku.</li>
<li>Dimana tingkatan (level) pemerintahan untuk tindakan ini?<br />
Regulator harus memilih tingkat yang paling tepat dari pemerintah untuk mengambil tindakan, atau birokrasi yang terlibat, sehingga perlu dirancang sistem yang efektif untuk koordinasi antartingkat pemerintahan.</li>
<li>Apakah dampak regulasi/kebijakan sesuai dengan biaya yang dikeluarkan?<br />
Regulator harus memperkirakan total biaya dan manfaat yang diharapkan dari setiap peraturan usulan dan alternatif, dan harus membuat perkiraan tersedia dalam format yang dapat diakses para pengambil keputusan. Biaya tindakan pemerintah harus dapat dibenarkan oleh manfaat sebelum tindakan diambil.</li>
<li>Apakah efek yang ditimbulkan menjangkau seluruh masyarakat?<br />
Sejauh distributif dan nilai-nilai ekuitas dipengaruhi oleh intervensi pemerintah, regulator harus membuat transparan peraturan distribusi biaya dan manfaat di kelompok-kelompok sosial.</li>
<li>Apakah regulasi jelas, konsisten, dipahami dan dapat diakses oleh pengguna?<br />
Regulator harus menilai apakah peraturan akan mungkin dipahami oleh pengguna, dan untuk itu harus mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa struktur teks dan aturan sejelas mungkin.</li>
<li>Apakah semua pihak yang berkepentingan memiliki kesempatan untuk menyampaikan pandangan-pandangan mereka?<br />
Peraturan harus dikembangkan secara terbuka dan transparan, dengan prosedur yang tepat yang efektif dan tepat waktu masukan dari pihak-pihak yang tertarik seperti bisnis yang terkena dampak dan serikat buruh, kelompok-kelompok kepentingan lainnya, atau tingkat pemerintahan lainnya.</li>
<li>Bagaimana kepatuhan akan dapat tercapai?<br />
Regulator harus menilai insentif dan lembaga-lembaga melalui peraturan yang akan berlaku, dan harus merancang strategi pelaksanaan tanggap yang membuat penggunaan terbaik dari mereka.</li>
</ol>
<p><strong>RIA sebagai Metode Perumusan Kebijakan Partisipatif</strong></p>
<p>Sebagaimana yang telah disebutkan diatas bahwa, RIA dapat menguji motif di balik pilihan kebijakan yang dibuat, sehingga kebijakan bersifat populis dengan melibatkan bersama antara regulator dengan konsultasi dengan para stakeholder. Analisis risiko, biaya, dan manfaat serta penerapan transparansi dan akuntabilitas bisa menguji kepentingan dominan di balik kebijakan. Regulatory Impact Analysis (RIA) sebagai alat evaluasi kebijakan, bertujuan menilai secara sistematis pengaruh negatif dan positif terhadap regulasi yang sedang diusulkan atau yang sedang berjalan. RIA sebagai sebuah metode dalam penyusunan kebijakan, lebih mengakomodasi keinginan dan kebutuhan masyarakat tanpa harus meninggalkan keinginan pemerintah memberikan pengaturan terhadap sesuatu masalah yang terjadi di masyarakat.</p>
<p>Ada beberapa alasan mengapa dalam penyusunan kebijakan membutuhkan partisipasi masyarakat (BPHN, 2005: 252). Pertama alasan filosofis demokratis, artinya setiap kebijakan yang akan diberlakukan terhadap pihak-pihak tertentu dalam masyarakat wajib dimintakan pendapat dan masukannya, bahkan keberatan mereka perlu diperhatikan oleh pembuat kebijakan. Kedua, alasan praktis, kemampuan wawasan, dan penguasaan pengetahuan dari penentu kebijakan ada batasnya sehingga perlu melibatkan masyarakat. Ketiga alasan efektivitas pelaksanaan. Asumsinya makin terlibat masyarakat dalam proses pembentukan, makin tinggi rasa memiliki serta dukungan masyarakat terhadap suatu kebijakan, sehingga mendorong efektivitas pelaksanaan dan penegakannya.</p>
<p>Tiga pilar alasan tersebut sejalan dengan metode RIA dalam mewujudkan kebijakan daerah yang partisipatif. Karena itu, metode RIA sebagai instrumen untuk mewujudkan kebijakan daerah dalam bentuk regulasi memiliki dua arah yang seimbang yaitu top down dan buttom up sehingga komunikasi antara masyarakat dan pemerintah senantiasa terbangun.<br />
Pendekatan ini sangat penting untuk diadopsi dalam rangka mendorong terciptanya good regulatoty governance, di mana regulasi dapat menjadi alternatif untuk mendapatkan solusi terbaik. Ini penting karena kenyataannya regulasi cenderung menjadi beban bagi stakeholder yang pada akhirnya menjadi bumerang bagi pemerintah dan masyarakat luas. Ini karena regulasi seringkali dibuat &#8220;asal jadi&#8221; tanpa memperhatikan berbagai aspek yang ada di masyarakat.</p>
<p>Metode RIA merupakan satu bentuk telaah terhadap aturan main pemerintah dengan lebih memperhatikan problem yang terjadi di masyarakat (problem focus). Pelibatan masyarakat/publik sebagai stakeholder menjadi suatu keniscayaan dalam melakukan review/telaah terhadap regulasi berbasis RIA.</p>
<p>RIA sebagai sebuah metode pengkajian regulasi disusun secara sistematis dan praksis. Metode ini mudah diimplementasikan bagi pemerintah yang memiliki good will untuk memperbaiki iklim regulasi yang berdampak kuat terhadap iklim ekonomi di daerah, terutama terhadap penataan iklim investasi yang baik. Dukungan dari pemangku kebijakan (eksekutif dan legislatif) menjadi penting untuk mendukung kinerja TIM RIA di daerah.</p>
<p><strong>Tahapan-Tahapan RIA</strong></p>
<p>Adapun proses sistematis RIA dalam menganalisis serta mengkomunikasikan dampak yang ada dari peraturan baru mencakup:</p>
<ol>
<li><strong>Merumuskan Masalah.</strong> Identifikasi dan analisis masalah yang berkaitan dengan peraturan baru yang baru dan atau peraturan yang sedang  berlaku. Dalam tahap ini dilakukan perumusan masalah atau isu yang menimbulkan kebutuhan untuk menerbitkan suatu kebijakan.</li>
<li><strong>Mengidentifikasi Tujuan.</strong> Menentukan sasaran/tujuan yang akan dicapai dengan cara mengidentifikasi tujuan, tentunya kesadaran yang terbangun setelah mempelajari rumusan masalah yang ada.</li>
<li><strong>Menyusun Alternatif.</strong> Pengembangan pilihan untuk memecahkan masalah yang diidentifikasi, yaitu mengidentifikasi beberapa alternatif tindakan (opsi) dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang telah dirumuskan sebelumnya.</li>
<li><strong>Analisis Manfaat dan Biaya.</strong> Penilaian pilihan dalam hal biaya dan manfaat serta legalitas yaitu dengan  melakukan analisis atas biaya dan menfaat (cost and benefit analysis) untuk tiap opsi.</li>
<li><strong>Konsultasi Publik.</strong> Melibatkan partisipasi publik yaitu dengan melakukan konsultasi publik,</li>
<li><strong>Memilih Alternatif Terbaik.</strong> Penentuan opsi dengan melakukan seleksi kebijakan yang paling efektif / efisien pilihan serta advokasinya</li>
<li><strong>Strategi Implementasi.</strong> Melakukan rencana strategi implementasi kebijakan</li>
</ol>
<p align="center"><img alt="tahapanRIA" src="http://rizazmi.files.wordpress.com/2009/08/tahapanria1.jpg?w=335&#038;h=451" width="335" height="451" /><br />
<em>Gambar1:  Proses RIA</em></p>
<p><strong>Metode-Metode Analisis dalam RIA</strong></p>
<p>Berikut adalah Metode-Metode Analisis yang sering dipakai dalam menganalisis dokumen RIA</p>
<ol>
<li>Soft benefit-cost analysis and integrated analysis<br />
Ananlisis diasarkan pada kerangka trade-off yang diidentifikasi dan keuntungan yang maksimal di berbagai tujuan kebijakan sehingga menghasilkan peraturan yang memaksimalkan keuntungan terbesar dengan solusi biaya terendah.</li>
<li>Cost-effectiveness analysis<br />
Kebijakan RIA dinyatakan dengan pendekatan-pendekatan alternatif harus dipilih berdasarkan efektifitas biaya. Sehingga analisis kebijakan RIA harus berisi kriteria yang jelas untuk memandu pilihan alternatif.</li>
<li>Partial analyses<br />
Analisis ditekankan untuk menghindari risiko bias dalam tiap kelompok. Analisis parsial menekankan bahwa semua dampak spesifik akan diintegrasikan ke dalam kerangka analisis yang lebih besar.</li>
<li>Risk Assessment and Uncertainty Analysis<br />
Analisis ditekankan pada sebuah pencegahan sebagai pilihan kebijakan dengan asas ketidakpastian, penilaian resiko serta sensitivitas peraturan.</li>
</ol>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Selama ini dalam penyusunan produk hukum lebih bersifat legal drafting yaitu ditekankan kepada kesesuaian dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. Metode RIA lebih dari sekadar itu. Dengan RIA para perancang kebijakan daerah sejak awal sudah dapat mengalkulasi sebeberapa besar beaya yang ditanggung serta manfaat yang diperoleh dari sebuah regulasi yang dirancang. Dengan demikian, para pengambil kebijakan dapat menilai mana perda yang produktif dan kontraproduktif terhadap dunia usaha dan kepentingan publik. Singkatnya, RIA diharapkan membantu membangun kebijakan populis berorientasi kepentingan semua pemangku kebijkan, efektif, kredibel dan responsif.</p>
<p><strong>Daftar Pustaka</strong></p>
<ol>
<li>Krisnadi, Iwan; Seminar Bidang Kominfo, Departemen Komunikasi dan Informatika; Hotel Cemara:13 Agustus 2009</li>
<li><a href="http://ifcln1.ifc.org/ifcext/fias.nsf/AttachmentsByTitle/Kirkpatrick.pdf/$FILE/Kirkpatrick.pdf">http://ifcln1.ifc.org/ifcext/fias.nsf/AttachmentsByTitle/Kirkpatrick.pdf/$FILE/Kirkpatrick.pdf</a></li>
<li><a href="http://europeandcis.undp.org/uploads/public1/files/OECD%20-%20Policy%20Brief%20On%20Tools%20To%20Initiate%20RIA.pdf">http://europeandcis.undp.org/uploads/public1/files/OECD%20-%20Policy%20Brief%20On%20Tools%20To%20Initiate%20RIA.pdf</a></li>
<li><a href="http://antikorupsi.org/indo/index2.php?option=com_content&amp;do_pdf=1&amp;id=4660">http://antikorupsi.org/indo/index2.php?option=com_content&amp;do_pdf=1&amp;id=4660</a></li>
<li><a href="http://www.oecd.org/document/49/0,3343,en_2649_34141_35258801_1_1_1_1,00.html">http://www.oecd.org/document/49/0,3343,en_2649_34141_35258801_1_1_1_1,00.html</a></li>
<li><a href="http://www.regulatoryreform.com/pdfs/Current%20Trends%20and%20Processes%20in%20RIA%20-%20May%202006%20Jacobs%20and%20Associates.pdf">http://www.regulatoryreform.com/pdfs/Current%20Trends%20and%20Processes%20in%20RIA%20-%20May%202006%20Jacobs%20and%20Associates.pdf</a></li>
<li><a href="http://prosumen.com/?act=isiberita&amp;id=12">http://prosumen.com/?act=isiberita&amp;id=12</a></li>
</ol>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rizazmi.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rizazmi.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rizazmi.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rizazmi.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rizazmi.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rizazmi.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rizazmi.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rizazmi.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rizazmi.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rizazmi.wordpress.com/101/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizazmi.wordpress.com&blog=6712481&post=101&subd=rizazmi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rizazmi.wordpress.com/2009/08/31/regulatory-impact-analysis-dalam-penelitian-kebijakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/103207c25bed7e24ce547835b03228c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizazmi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rizazmi.files.wordpress.com/2009/08/tahapanria1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tahapanRIA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hari Jadi Tandef ke-1</title>
		<link>http://rizazmi.wordpress.com/2009/08/20/hari-jadi-tandef-ke-1/</link>
		<comments>http://rizazmi.wordpress.com/2009/08/20/hari-jadi-tandef-ke-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 13:10:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizazmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain-Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rizazmi.wordpress.com/2009/08/20/hari-jadi-tandef-ke-1/</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang spesial dari hari jadi Tandef?


Ulang tahun di angka cantik: 20.08.2008


Tahun ini, ultah pada angka cantik juga 20.08.2009. Dan, coba lihat postingan di tanggal ini: 20.08.2009:20:10 (200820092010)  


Apa hubungan ultah RI dan ultah Tandef?
Menurut Direktur Tandef dalam milisnya, berapapun tahunnya perbandingan jumlah umur NKRI dan TANDEF selalu sama (1:1)
Misalnya tahun 2009 ini NKRI [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizazmi.wordpress.com&blog=6712481&post=96&subd=rizazmi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Apa yang spesial dari hari jadi <a href="http://www.tandef.net" target="_blank">Tandef</a>?</p>
<ol>
<li>
<div>Ulang tahun di angka cantik: 20.08.2008</div>
</li>
<li>
<div>Tahun ini, ultah pada angka cantik juga 20.08.2009. Dan, coba lihat postingan di tanggal ini: 20.08.2009:20:10 (200820092010) <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </div>
</li>
<li>
<div>Apa hubungan ultah RI dan ultah Tandef?<br />
Menurut Direktur Tandef dalam milisnya, berapapun tahunnya perbandingan jumlah umur NKRI dan TANDEF selalu sama (1:1)<br />
Misalnya tahun 2009 ini NKRI berusia 64 = 6+4 = 10 = 1+0 = 1<br />
TANDEF berusia 1 tahun = 1<br />
dst.</div>
</li>
<li>
<div>Di hari ulang tahunnya, Tandef dihari yang sama meluncurkan websitenya (<a href="http://www.tandef.net">http://www.tandef.net</a>)</div>
</li>
</ol>
<p>Berkenaan dengan website, man behind the gun-nya adalah Bang <a href="http://priandoyo.com/">Anjar Priandoyo</a>, karena selama satu tahun ini beliaulah yang telah berjasa terhadap website Tandef. Hal ini karena website Tandef ikut nangkring di hosting bang Anjar. Never show up in public, tapi jasanya begitu besar <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Kalau gak ada Bang Anjar, Tandef tidak ter-show-up di publik.</p>
<p>Selamat Hari jadi untuk Tandef ke-1. Semoga Jaya dan membawa Indonesia menuju pertahanan yang lebih baik.</p>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rizazmi.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rizazmi.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rizazmi.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rizazmi.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rizazmi.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rizazmi.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rizazmi.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rizazmi.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rizazmi.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rizazmi.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizazmi.wordpress.com&blog=6712481&post=96&subd=rizazmi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rizazmi.wordpress.com/2009/08/20/hari-jadi-tandef-ke-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/103207c25bed7e24ce547835b03228c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizazmi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Isu Teroris</title>
		<link>http://rizazmi.wordpress.com/2009/08/20/isu-teroris/</link>
		<comments>http://rizazmi.wordpress.com/2009/08/20/isu-teroris/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 00:15:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizazmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rizazmi.wordpress.com/2009/08/20/isu-teroris/</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini, gua agak jenuh sama berita-berita yang itu-itu aja: Teroris.
Tapi, apa sih arti teroris? Dari kata teror, tukang takut-takuti.
Kenyataanya, Indonesia Tidak Takut, gw anteng-anteng aja jalan ke mana-mana buat survey penelitian, masyarakat do business as usuall yang ke pasar merasa aman yang sekolah masih menuntut ilmu yang OSPEK teteup OSPEK, karyawan masi ngantor, tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizazmi.wordpress.com&blog=6712481&post=97&subd=rizazmi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Akhir-akhir ini, gua agak jenuh sama berita-berita yang itu-itu aja: Teroris.<br />
Tapi, apa sih arti teroris? Dari kata teror, tukang takut-takuti.</p>
<p>Kenyataanya, Indonesia Tidak Takut, gw anteng-anteng aja jalan ke mana-mana buat survey penelitian, masyarakat do business as usuall yang ke pasar merasa aman yang sekolah masih menuntut ilmu yang OSPEK teteup OSPEK, karyawan masi ngantor, tidak ada yang merasa diteror.</p>
<p>Jadi, siapa yang meneror? Ya berita-berita di tv itu. &#8220;Ketakutan membuat kucing seperti serigala&#8221;. Yang gw khawatirkan, berita-berita sampah sekarang, malah membuat phobia dengan orang sholeh yang benar-benar tidak bersalah, yang merasa terfitnah. Malah mengadu umat beragama. Bahkan bisa menjadi alat teroris itu sendiri (<a href="http://www.surya.co.id/2009/07/25/noordin-bisa-tertawa-nonton-tv.html">sumber</a> ).</p>
<p>Kadang etika media diabaikan, timbul fitnah media secara tidak sengaja.</p>
<p>So, karena kita tidak merasa diteror, Indonesia Tidak Takut, istilah teroris diganti saja dengan pembunuh dengan bom. Omong kosong dengan bom jihad? Memangnya ada perintahnya pakai bunuh diri?</p>
<p><em>Jadi, apakah Anda takut dengan &#8220;teroris&#8221;?</em></p>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rizazmi.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rizazmi.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rizazmi.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rizazmi.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rizazmi.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rizazmi.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rizazmi.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rizazmi.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rizazmi.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rizazmi.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizazmi.wordpress.com&blog=6712481&post=97&subd=rizazmi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rizazmi.wordpress.com/2009/08/20/isu-teroris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/103207c25bed7e24ce547835b03228c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizazmi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Methode of Succesive Interval</title>
		<link>http://rizazmi.wordpress.com/2009/08/18/methode-of-succesive-interval/</link>
		<comments>http://rizazmi.wordpress.com/2009/08/18/methode-of-succesive-interval/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 08:59:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizazmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kantor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rizazmi.wordpress.com/2009/08/18/methode-of-succesive-interval/</guid>
		<description><![CDATA[Methode of Succesive Interval merupakan Methode untuk mengubah skala Ordinal ke Interval, sehingga bisa diproses dalam Metoda Statistika Non Parametrik. Bahan ini merupakan ringkasan singkat dari seminar methodologi Puslitbang Postel, 14 Agustus 2009 (Hotel Cemara, Jakarta).
Berikut bahannya:
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizazmi.wordpress.com&blog=6712481&post=93&subd=rizazmi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Methode of Succesive Interval merupakan Methode untuk mengubah skala Ordinal ke Interval, sehingga bisa diproses dalam Metoda Statistika Non Parametrik. Bahan ini merupakan ringkasan singkat dari seminar methodologi Puslitbang Postel, 14 Agustus 2009 (Hotel Cemara, Jakarta).</p>
<p>Berikut bahannya:</p>
<p><object style='margin: 0px;' width='632' height='518'><param name='movie' value='http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayerd.swf?doc=methodeofsuccessiveinterval-090818034743-phpapp02' /><param name='allowFullScreen' value='true' /><param name='allowScriptAccess' value='always' /><embed src='http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayerd.swf?doc=methodeofsuccessiveinterval-090818034743-phpapp02' type='application/x-shockwave-flash' allowscriptaccess='always' allowfullscreen='true' width='632' height='518'></embed></object></p>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rizazmi.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rizazmi.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rizazmi.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rizazmi.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rizazmi.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rizazmi.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rizazmi.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rizazmi.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rizazmi.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rizazmi.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizazmi.wordpress.com&blog=6712481&post=93&subd=rizazmi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rizazmi.wordpress.com/2009/08/18/methode-of-succesive-interval/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/103207c25bed7e24ce547835b03228c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizazmi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Menarik Seputar Kemerdekaan Indonesia</title>
		<link>http://rizazmi.wordpress.com/2009/08/17/kisah-menarik-seputar-kemerdekaan-indonesia/</link>
		<comments>http://rizazmi.wordpress.com/2009/08/17/kisah-menarik-seputar-kemerdekaan-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Aug 2009 03:10:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizazmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain-Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rizazmi.wordpress.com/2009/08/17/kisah-menarik-seputar-kemerdekaan-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[
Berikut beberapa kisah menarik seputat kemerdekaan RI dikutip dari sini, credit to first writer. Dirgahayu negeriku, Dirgahayu Indonesia, 64 tahun.

Kisah pertama

Pada 17 Agustus 1945 pukul 08.00, ternyata Bung Karno masih tidur nyenyak di kamarnya, di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini. Dia terkena gejala malaria tertiana. Suhu badannya tinggi dan sangat lelah setelah begadang bersama para [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizazmi.wordpress.com&blog=6712481&post=90&subd=rizazmi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><img border="0" hspace="0" alt="" align="baseline" src="http://2.bp.blogspot.com/_z12Oiw-jHDE/Sk7N4c5A4hI/AAAAAAAAB9I/HN68_OgPhxo/s200/64thindonesia.jpg" /></p>
<p>Berikut beberapa kisah menarik seputat kemerdekaan RI dikutip dari <a title="Sini Ayo Di Klik....." href="http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=29218" target="_blank">sini</a>, credit to first writer. Dirgahayu negeriku, Dirgahayu Indonesia, 64 tahun.</p>
<p><span id="more-90"></span>
<p><strong>Kisah pertama</strong></p>
<blockquote>
<p>Pada 17 Agustus 1945 pukul 08.00, ternyata Bung Karno masih tidur nyenyak di kamarnya, di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini. Dia terkena gejala malaria tertiana. Suhu badannya tinggi dan sangat lelah setelah begadang bersama para sahabatnya menyusun konsep naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda. &#8220;Pating greges&#8221;, keluh Bung Karno setelah dibangunkan dokter kesayangannya.</p>
<p>Kemudian darahnya dialiri chinineurethan intramusculair dan menenggak pil brom chinine. Lalu ia tidur lagi. Pukul 09.00, Bung Karno terbangun. Berpakaian rapi putih-putih dan menemui sahabatnya, Bung Hatta. Tepat pukul 10.00, keduanya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari serambi rumah.</p>
<p>&#8220;Demikianlah Saudara-saudara! Kita sekalian telah merdeka!&#8221;, ujar Bung Karno di hadapan segelintir patriot-patriot sejati. Mereka lalu menyanyikan lagu kebangsaan sambil mengibarkan bendera pusaka Merah Putih.</p>
<p>Setelah upacara yang singkat itu, Bungk Karno kembali ke kamar tidurnya. masih meriang. Tapi sebuah revolusi telah dimulai&#8230;</p>
</blockquote>
<p><strong>Kisah Kedua</strong></p>
<blockquote>
<p>Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ternyata berlangsung tanpa protokol, tak ada korps musik, tak ada konduktor dan tak ada pancaragam.</p>
<p>Tiang bendera pun dibuat dari batang bambu secara kasar, serta ditanam hanya beberapa menit menjelang upacara. Tetapi itulah, kenyataan yang yang terjadi pada sebuah upacara sekaral yang dinanti-nanti selama lebih dari tiga ratus tahun!</p>
</blockquote>
<p><strong>Kisah Ketiga</strong></p>
<blockquote>
<p>Bendera Pusaka Sang Merah Putih adalah bendera resmi pertama bagi RI. Tetapi dari apakah bendera sakral itu dibuat? Warna putihnya dari kain sprei tempat tidur dan warna merahnya dari kain tukang soto!</p>
</blockquote>
<p><strong>Kisah Ke-Empat</strong></p>
<blockquote>
<p>Setelah merdeka 43 tahun, Indonesia baru memiliki seorang menteri pertama yang benar-benar &#8220;orang Indonesia asli&#8221;. Karena semua menteri sebelumnya lahir sebelum 17 Agustus 1945. Itu berarti, mereka pernah menjadi warga Hindia Belanda dan atau pendudukan Jepang, sebab negara hukum Republik Indonesia memang belum ada saat itu. &#8220;Orang Indonesia asli&#8221; pertama yang menjadi menteri adalah Ir Akbar Tanjung (lahir di Sibolga, Sumatera Utara, 30 Agustus 1945), sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga pada Kabinet Pembangunan V (1988-1993).</p>
</blockquote>
<p><strong>Kisah Kelima</strong></p>
<blockquote>
<p>Menurut Proklamasi 17 Agustus 1945, Kalimantan adalah bagian integral wilayah hukum Indonesia. Kenyataannya, pulau tersebut paling unik di dunia.</p>
<p>Di pulau tersebut, ada 3 kepala negara yang memerintah! Presiden Soeharto (memerintah 4 wilayah provinsi), PM Mahathir Mohamad (Sabah dan Serawak) serta Sultan Hassanal Bolkiah (Brunei).</p>
</blockquote>
<p><strong>Kisah Ke-Enam</strong></p>
<blockquote>
<p>Setiap 1 Juni, selalu diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila semasa Presiden Soekarno. Pada 1956, peristiwa tersebut &#8220;hampir secara kebetulan&#8221; dirayakan di sebuah hotel Hollywood.</p>
<p>Bung Karno saat itu mengundang aktris legendaris, Marylin Monroe, untuk sebuah makan malam di Hotel Beverly Hills, Hollywood. Hadir di antaranya Gregory Peck, George Murphy dan Ronald Reagan (25 tahun kemudian menjadi Presiden AS).</p>
<p>Yang unik dari pesta menjelang Hari Lahir Pancasila itu, adalah kebodohan Marilyn dalam hal protokol.</p>
<p>Pada pesta itu, Maryln menyapa Bung Karno bukan dengan &#8220;Mr President&#8221; atau &#8220;Your Excellency&#8221;, tetapi dengan &#8220;Prince Soekarno!&#8221;</p>
</blockquote>
<p><strong>Kisah Ketujuh</strong></p>
<blockquote>
<p>Ada lagi hubungan erat antara 17 Agustus dan Hollywood. Judul pidato 17 Agustus 1964, &#8220;Tahun Vivere Perilocoso&#8221; (Tahun yang Penuh Bahaya), telah dijadikan judul sebuah film The Year of Living Dangerously. Film tersebut menceritakan pegalaman seorang wartawan asing di Indonesia pada 1960-an. Pada 1984, film yang dibintangi Mel Gibson itu mendapat Oscar untuk kategori film asing!</p>
<p>Fahmi: hebat&#8230;Indonesia bisa menjadi sumber inspirasi untuk membuat film&#8230;.dapat penghargaan pula. Mudah2an peledakan bom Bali + JW Marriot ga dibikin filmnya&#8230;ntar dapat oscar utk semua kategori, hehehe..</p>
</blockquote>
<p><strong>Kisah Kedelapan</strong></p>
<blockquote>
<p>Naskah asli teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang ditulis tangan oleh Bung Karno dan didikte oleh Bung Hatta, ternyata tidak pernah dimiliki dan disimpan oleh Pemerintah! Anehnya, naskah historis tersebut justru disimpan dengan baik oleh wartawan BM Diah.</p>
<p>Diah menemukan draft proklamasi itu di keranjang sampah di rumah Laksamana Maeda, 17 Agustus 1945 dini hari, setelah disalin dan diketik oleh Sajuti Melik.</p>
<p>Pada 29 Mei 1992, Diah menyerahkan draft tersebut kepada Presiden Soeharto, setelah menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari.</p>
</blockquote>
<p><strong>Kisah Kesembilan</strong></p>
<blockquote>
<p>Ketika tiba di Pelabuhan Sunda Kelapa 9 Juli 1942 siang bolong, Bung Karno mengeluarkan komentar pertama yang janggal didengar. Setelah menjalani pengasingan dan pembuangan oleh Belanda di luar Jawa, Bung Karno justru tidak membicarakan strategis perjuangan menentang penjajahan. Masalah yang dibicarakannya, hanya tentang sepotong jas!</p>
<p>&#8220;Potongan jasmu bagus sekali!&#8221; komentar Bung Karno pertama kali tentang jas double breast yang dipakai oleh bekas iparnya, Anwar Tjikoroaminoto, yang menjemputnya bersama Bung Hatta dan segelintir tokoh nasionalis.</p>
</blockquote>
<p><strong>Kisah Kesepuluh</strong></p>
<blockquote>
<p>Rasa-rasanya di dunia ini, hanya the founding fathers Indonesia yang pernah mandi air seni. Saat pulang dari Dalat (Cipanasnya Saigon), Vietnam, 13 Agustus 1945, Soekarno bersama Bung Hatta, dr Radjiman Wedyodiningrat dan dr Soeharto (dokter pribadi Bung Karno) menumpang pesawat fighter bomber bermotor ganda. Dalam perjalanan, Soekarno ingin sekali buang air kecil, tetapi tak ada tempat.</p>
<p>Setelah dipikir, dicari jalan keluarnya untuk hasrat yang tak tertahan itu. Melihat lubang-lubang kecil di dinding pesawat, di situlah Bung Karno melepaskan hajat kecilnya. Karena angin begitu kencang sekali, bersemburlah air seni itu dan membasahi semua penumpang. Byuuur&#8230;</p>
</blockquote>
<p><strong>Kisah Kesebelas</strong></p>
<blockquote>
<p>Berkat kebohongan, peristiwa sakral Proklamasi 17 Agustus 1945 dapat didokumentasikan dan disaksikan oleh kita hingga kini.</p>
<p>Saat tentara Jepang ingin merampas negatif foto yang mengabadikan peristiwa penting tersebut, Frans Mendoer, fotografer yang merekam detik-detik proklamasi, berbohong kepada mereka. Dia bilang tak punya negatif itu dan sudah diserahkan kepada Barisan Pelopor, sebuah gerakan perjuangan. Mendengar jawaban itu, Jepang pun marah besar.</p>
<p>Padahal negatif film itu ditanam di bawah sebuah pohon di halaman Kantor harian Asia Raja. Setelah Jepang pergi, negatif itu diafdruk dan dipublikasi secara luas hingga bisa dinikmati sampai sekarang. Bagaimana kalau Mendoer bersikap jujur pada Jepang?</p>
</blockquote>
<p><strong>Kisah Keduabelas</strong></p>
<blockquote>
<p>Kali ini, Bung Hatta yang berbohong demi proklamasi. Waktu masa revolusi, Bung Karno memerintahkan Bung Hatta untuk meminta bantuan senjata kepada Jawaharlal Nehru. Cara untuk pergi ke India pun dilakukan secara rahasia. Bung Hatta memakai paspor dengan nama &#8220;Abdullah, co-pilot&#8221;.</p>
<p>Lalu beliau berangkat dengan pesawat yang dikemudikan Biju Patnaik, seorang industrialis yang kemudian menjadi menteri pada kabinet PM Morarji Desai.</p>
<p>Bung Hatta diperlakukan sangat hormat oleh Nehru dan diajak bertemu Mahatma Gandhi. Nehru adalah kawan lama Hatta sejak 1920-an dan Gandhi mengetahui perjuangan Hatta.</p>
<p>Setelah pertemuan, Gandhi diberi tahu oleh Nehru bahwa &#8220;Abdullah&#8221; itu adalah Mohammad hatta. Apa reaksi Gandhi? Dia marah besar kepada Nehru, karena tidak diberi tahu yang sebenarnya. &#8220;You are a liar !&#8221; ujar tokoh kharismatik itu kepada Nehru</p>
</blockquote>
<p><strong>Kisah Ketigabelas</strong></p>
<blockquote>
<p>Bila 17 Agustus menjadi tanggal kelahiran Indonesia, justru tanggal tersebut menjadi tanggal kematian bagi pencetus pilar Indonesia. Pada tanggal itu, pencipta lagu kebangsaan &#8220;Indonesia Raya&#8221;, WR Soepratman (wafat 1937) dan pencetus ilmu bahasa Indonesia, Herman Neubronner van der Tuuk (wafat 1894) meninggal dunia.</p>
</blockquote>
<p><strong>Kisah Ke-Empatbelas</strong></p>
<blockquote>
<p>Bendera Merah Putih dan perayaan tujuh belasan bukanlah monopoli Indonesia. Corak benderanya sama dengan corak bendera Kerajaan Monaco dan hari kemerdekaannya sama dengan hari proklamasi Republik Gabon (sebuah negara di Afrika Barat) yang merdeka 17 Agustus 1960.</p>
</blockquote>
<p><strong>Kisah Kelimabelas</strong></p>
<blockquote>
<p>Jakarta, tempat diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia dan kota tempat Bung Karno dan Bung Hatta berjuang, tidak memberi imbalan yang cukup untuk mengenang co-proklamator Indonesia.</p>
<p>Sampai detik ini, tidak ada &#8220;Jalan Soekarno-Hatta&#8221; di ibu kota Jakarta. Bahkan, nama mereka tidak pernah diabadikan untuk sebuah objek bangunan fasilitas umum apa pun sampai 1985, ketika sebuah bandara diresmikan dengan memakai nama mereka.</p>
</blockquote>
<p><strong>Kisah Ke-Enambelas</strong></p>
<blockquote>
<p>Gelar Proklamator untuk Bung Karno dan Bung Hatta, hanyalah gelar lisan yang diberikan rakyat Indonesia kepadanya selama 41 tahun! Sebab, baru 1986 Permerintah memberikan gelar proklamator secara resmi kepada mereka.</p>
</blockquote>
<p><strong>Kisah Ke-Delapanbelas</strong></p>
<blockquote>
<p>Kalau saja usul Bung Hatta diterima, tentu Indonesia punya &#8220;lebih dari dua&#8221; proklamator. Saat setelah konsep naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia rampung disusun di rumah Laksamana Maeda, Jl Imam Bonjol no 1, Jakarta, Bung Hatta mengusulkan semua yang hadir saat rapat din hari itu ikut menandatangani teks proklamasi yang akan dibacakan pagi harinya.</p>
<p>Tetapi usul ditolak oleh Soekarni, seorang pemuda yang hadir. Rapat itu dihadiri Soekarno, Hatta dan calon proklamator yang gagal : Achmad Soebardjo, Soekarni dan Sajuti Melik.</p>
<p>&#8220;Huh, diberi kesempatan membuat sejarah tidak mau&#8221;, gerutu Bung Hatta karena usulnya ditolak.</p>
</blockquote>
<p><strong>Kisah Kesembilanbelas</strong></p>
<blockquote>
<p>Perjuangan frontal melawan Belanda, ternyata tidak hanya menelan korban rakyat biasa, tetapi juga seorang menteri kabinet RI.</p>
<p>Soepeno, Menteri Pembangunan dan Pemuda dalam Kabinet Hatta, merupakan satu-satunya menteri yang tewas ditembak Belanda. Sebuah ujung revolver, dimasukkan ke dalam mulutnya dan diledakkan secara keji oleh seorang tentara Belanda. Pelipis kirinya tembus kena peluru.</p>
<p>Kejadian tersebut terjadi pada 24 Februari 1949 pagi di sebuah tempat di Kabupaten Nganjuk , Jawa Timur. Saat itu, Soepeno dan ajudannya sedang mandi sebuah pancuran air terjun</p>
</blockquote>
<p><strong>Kisah Keduapuluh</strong></p>
<blockquote>
<p>Belum ada negara di dunia yang memiliki ibu kota sampai tiga dalam kurun waktu relatif singkat. Antara 1945 dan 1948, Indonesia mempunyai 3 ibu kota, yakni Jakarta (1945-1946), Yogyakarta (1946-1948) dan Bukittinggi (1948-1949).</p>
</blockquote>
<p><strong>Kisah Keduapuluh Satu</strong></p>
<blockquote>
<p>Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia Jenderal Soedirman, pada kenyatannya tidak prnah menduduki jabatan resmi di kabinet RI. Beliau tidak pernah menjadi KSAD, Pangab, bahkan menteri pertahanan sekalipun!</p>
</blockquote>
<p><strong>Kisah Keduapuluh Dua</strong></p>
<blockquote>
<p>Wayang ternyata memiliki simbol pembawa sial bagi rezim yang memerintah Indonesia. Betapa tidak, pada 1938-1939, Pemerintah Hindia Belanda melalui De Javasche Bank menerbitkan uang kertas seri wayang orang dan pada 1942, Hindia Belanda runtuh dikalahkan Jepang.</p>
<p>Pada 1943, Pemerintah Pendudukan Jepang menerbitkan uang kertas seri wayang Arjuna dan Gatotkoco dan 1945, Jepang terusir dari Indonesia oleh pihak Sekutu.</p>
<p>Paa 1964, Presiden Soekarno mengeluarkan uang kertas baru seri wayang dengan pecahan Rp 1 dan Rp 2,5 dan 1965 menjadi awal keruntuhan pemerintahannya menyusul peristiwa G30S/PKI.</p>
</blockquote>
<p><strong>Kisah Keduapuluh Tiga</strong></p>
<blockquote>
<p>Perintah pertama Presiden Soekarno saat dipilih sebagai presiden pertama RI, bukanlah membentuk sebuah kabinet atau menandatangani sebuah dekret, melainkan memanggil tukang sate !!!</p>
<p>Itu dilakukannya dalam perjalanan pulang, setelah terpilih secara aklamasi sebagai presiden. Kebetulan di jalan bertemu seorang tukang sate bertelanjang dada dan nyeker (tidak memakai alas kaki).</p>
<p>&#8220;Sate ayam lima puluh tusuk!&#8221;, perintah Presiden Soekarno. Disantapnya sate dengan lahap dekat sebuah selokan yang kotor.</p>
<p>Dan itulah, perintah pertama pada rakyatnya sekaligus pesta pertama atas pengangkatannya sebagai pemimpin dari 70 juta jiwa lebih rakyat dari sebuah negara besar yang baru berusia satu hari.</p>
</blockquote>
<p><strong>Kisah Keduapuluh Empat</strong></p>
<blockquote>
<p>Kita sudah mengetahui, hubungan antara Bung Karno dan Belanda tidaklah mesra. Tetapi Belanda pernah memberikan kenangan yang tak akan pernah dilupakan oleh Bun Karno.</p>
<p>Enam hari menjelang Natal 1948, Belanda memberikan hadiah Natal di Minggu pagi, saat orang ingin pergi ke gereja, berupa bom yang menghancurkan atap dapurnya. Hari itu, 19 Desember 1948, ibu kota Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda.</p>
</blockquote>
<p><strong>Kisah Keduapuluh Lima</strong></p>
<blockquote>
<p>Sutan Sjahrir, mantan Perdana Menteri RI pertama, menjadi orang Indonesia yang memiliki prestasi &#8220;luar biasa&#8221; dan tidak akan pernah ada yang menandinginya. Waktu beliau wafat 1966 di Zurich, Swiss, statusnya sebagai tahanan politik. Tetapi waktu dimakamkan di Jakarta beberapa hari kemudian, statusnya berubah sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.</p>
</blockquote>
<p><a href="http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=29218"></a> </p>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rizazmi.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rizazmi.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rizazmi.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rizazmi.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rizazmi.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rizazmi.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rizazmi.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rizazmi.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rizazmi.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rizazmi.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizazmi.wordpress.com&blog=6712481&post=90&subd=rizazmi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rizazmi.wordpress.com/2009/08/17/kisah-menarik-seputar-kemerdekaan-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/103207c25bed7e24ce547835b03228c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizazmi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_z12Oiw-jHDE/Sk7N4c5A4hI/AAAAAAAAB9I/HN68_OgPhxo/s200/64thindonesia.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Antara Penerimaan PNS dan Gaji (serta Penghasilan) PNS</title>
		<link>http://rizazmi.wordpress.com/2009/08/13/antara-penerimaan-pns-dan-gaji-serta-penghasilan-pns/</link>
		<comments>http://rizazmi.wordpress.com/2009/08/13/antara-penerimaan-pns-dan-gaji-serta-penghasilan-pns/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 15:21:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizazmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kantor]]></category>
		<category><![CDATA[Sehari-hari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rizazmi.wordpress.com/2009/08/13/antara-penerimaan-pns-dan-gaji-serta-penghasilan-pns/</guid>
		<description><![CDATA[~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
DISCLAIMER: Tulisan ini, curhat buka-bukaan. Bagi yang tidak suka, silahkan tidak melanjutkan membacanya. Keterbukaan Informasi Publik kalau bahasa politiknya. Hehehehe.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


Baru 2 bulan lalu gw dapat surat keterangan bahwa gw diangkat CPNS. Berbeda dengan jabatan pada SK CPNS yang tertulis Peneliti, di sk PNS ini, jabatan gw tertulis Pelaksana, dengan gaji III/a sekitar 1,6 juta. Kecil? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizazmi.wordpress.com&blog=6712481&post=88&subd=rizazmi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><strong>~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~</strong></p>
<p align="center"><strong>DISCLAIMER</strong>: Tulisan ini, curhat buka-bukaan. Bagi yang tidak suka, silahkan tidak melanjutkan membacanya. Keterbukaan Informasi Publik kalau bahasa politiknya. Hehehehe.</p>
<p align="center">~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~</p>
<p align="center"><img border="0" hspace="0" alt="" align="baseline" src="http://taufik79.files.wordpress.com/2008/11/pns1.jpg" /></p>
<p><span id="more-88"></span>
<p>Baru 2 bulan lalu gw dapat surat keterangan bahwa gw diangkat CPNS. Berbeda dengan jabatan pada SK CPNS yang tertulis Peneliti, di sk PNS ini, jabatan gw tertulis Pelaksana, dengan gaji III/a sekitar 1,6 juta. Kecil? Kalau kita bersyukur semuanya akan merasa cukup, yang penting, pengabdian untuk negaralah yang utama. (Hehehehe, retoris!!!!). Tapi, kenapa ya belakangan ini banyak orang yang menyerbu untuk menjadi PNS.</p>
<p>Let us see this example:</p>
<p>Waktu gw melamar ke Depkominfo, yang mengajukan syarat administratif sekitar 32.000 orang, yang lolos, 16.000. Dari 16.000 yang diterima, kemudian diadakan tes di glora bung karno, dari 16.000 didapat yang lolos sekitar 6000 orang. Dari 6000 ini di tes psikologi lagi, di dapat sekitar 1000 orang, dari 1000 dites wawancara, di dapat 250 orang. 250 orang ini, 125 yang ada di pusat, dan 125 di daerah (kalau gak salah). Angka yang fantastis ya&#8230;</p>
<p>Efeknya apa dengan pemerintahan? Logikanya, semakin bagus saringannya, semakin qualified, dan semoga dengan sedikit orang itu mampu membuat perubahan bagi negeri. Namun faktanya? Yang namanya karyawan baru, selalu berurusan dengan &#8220;penyesuaian&#8221; yang ada di pemerintahan. Ide-ide bagus kadang mandeg begitu saja, banyak sekali pertanyaan, kenapa sih harus jalurnya gini, bukannya lebih baik gini. Kenapa sih harus pakai itu, kenapa gak begini aja. Tapi, apa yang mau diperbuat, semuanya memang tersistem seperti itu dan tergantung komitmen pimpinan. Yang gw amati, adalah sistem kinerja yang dilihat berdasarkan penyerapan anggaran adalah biang segala buruknya sistem pemerintahan kita. Kegiatan sudah ditentukan satu tahun sebelumnya. Apa itu <em>make sense</em> dengan dunia yang berubah sangat cepat sekarang? Tentu tidak kan&#8230;. tapi, itulah yang terjadi. Hal yang kedua adalah reward and punishment yang tidak diterapkan. Yang kerjanya lebih banyak, toh sama saja dengan yang masuk detik-detik terakhir. Sekarang, yang gw pikirkan cuma, gw bekerja untuk ibadah kok. Itu saja. Anggap pengalih rasa sakit terhadap sistem yang ada gw seperti itu. Hehehehe.</p>
<p>Tapi&#8230;. kenapa orang-orang berlomba jadi PNS? Alasan pertama, karena PNS gak bisa di pecat. Adalah anggapan yang jelas-jelas salah. PNS dapat dipecat dan diajukan dipecat. Walaupun faktanya, banyak sekali pertimbangan untuk pemecatan tersebut. Komitmen pimpinan adahal hal yang utama dalam hal ini. Alasan ke dua? Karena PNS itu kerjaannya stabil. Tidak juga. Depkeu dengan sistemnya yang sekarang, secara reguler merotasi karyawannya 4 tahun sekali. Departemen Penerangan toh akhirnya di likuidasi oleh gus dur. Banyak sekali pejabat-pejabat yang akhirnya <em>stress</em> karena tidak siap menerima kenyataan ini. <em>Post Power Sindrome</em> kalau kata orang. Adalah menjadi PNS tidak stabil, banyak hal termasuk aspek politis yang selalu berubah arah angin yang mempengaruhinya. Kalau jadi pejabat di Depkominfo, siap-siaplah untuk selalu berpindah dan menerima tantangan baru, belajar cepat, karena kompetensi awal kita kadang berubah 180 derajat. Bisa jadi dari sarjana pengairan, didaulat memimpin Direktorat berbau TI. Belum lagi perubahan global, termasuk diantaranya konvergensi TIK (<em>ICT Convergence</em>), dimana layanan internet, broadcasting dan voice menjadi borderless. Jadi, apakah perlu Depkominfo lagi? Ah, tidak tahu lah, kabarnya isu konvergensi akan merombak total Departemen ini.</p>
<p>So, sebenarnya apa yang membuat mereka berbondong-bondong masuk PNS. Banyak alasan pribadi. Banyak harapan yang ada di benak pelamar-pelamar PNS. Tapi, I&#8217;ll help you to describe, which is better, being a goverment officer or private employee:</p>
<p>Berikut ilustrasi dari penghasilannya (as this is regular system used, not include remuneration system),</p>
<blockquote>
<p>Gaji Pokok baru masuk: Rp.1.600.000</p>
<p>Tunjangan istri (20%): Rp. 320.000</p>
<p>Honor kegiatan perbulan (ini tergantung kegiatan satker bersangkutan): Rp.1.200.000</p>
<p>Perjalanan dinas (dari saving uang harian, gw rata2 perjalanan dinas 7 kali pertahun, anggap aja 2 bulan 1 kali): Rp.1.200.000/2=Rp.600.000</p>
<p>Uang makan Rp.12.750 x 20 hari (rata-rata) = Rp.255.000</p>
<p>Total penghasilan perbulan: Rp.3.975.000</p>
</blockquote>
<p>Hal tersebut belum ditambah uang transport jika mengikuti kegiatan rapat yang mungkin bisa di saving sekitar Rp.20.000 (rata-rata dikasih Rp.50.000), atau penambah daya tahan tubuh Rp.95.000 (untuk beli-beli vitamin). Anggap saja, jika di total-total rp.4.000.000 untuk seorang PNS yang baru masuk. Misalkan menjadi fungsional, hal tersebut belum ditambah tunjangan fungsional. Selain itu, semakin banyak kegiatan, semakin banyak penghasilan yang di dapat.</p>
<p><em>Kesimpulannya: Jadi, haruskah menjadi PNS menjadi malas dan tidak masuk kantor?</em></p>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rizazmi.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rizazmi.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rizazmi.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rizazmi.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rizazmi.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rizazmi.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rizazmi.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rizazmi.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rizazmi.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rizazmi.wordpress.com/88/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizazmi.wordpress.com&blog=6712481&post=88&subd=rizazmi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rizazmi.wordpress.com/2009/08/13/antara-penerimaan-pns-dan-gaji-serta-penghasilan-pns/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/103207c25bed7e24ce547835b03228c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizazmi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://taufik79.files.wordpress.com/2008/11/pns1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Gw gak suka bajaj!!!!</title>
		<link>http://rizazmi.wordpress.com/2009/08/12/gw-gak-suka-bajaj/</link>
		<comments>http://rizazmi.wordpress.com/2009/08/12/gw-gak-suka-bajaj/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 16:28:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizazmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sehari-hari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rizazmi.wordpress.com/2009/08/12/gw-gak-suka-bajaj/</guid>
		<description><![CDATA[
Polusi, asap ngebul, racun udara
Bising, berisik, getarannya besar
Sempit
Mahal (tarif bajaj ~~ tarif taksi &#62; survey harga dengan jarak yang sama)
Ugal-ugalan, gak mau ngerem (karena ngerem bajaj itu susah, soalnya buang gas banyak dari pada ngebutinnya lagi)
Boros bahan bakar
Motor gw nabrak bajaj (tukang bajaj gendeng, tiba-tiba ngerem mendadak, alasannya: ni penumpang manggil-manggil saya)
Rata-rata gak punya lampu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizazmi.wordpress.com&blog=6712481&post=87&subd=rizazmi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><ol>
<li>Polusi, asap ngebul, racun udara</li>
<li>Bising, berisik, getarannya besar</li>
<li>Sempit</li>
<li>Mahal (tarif bajaj ~~ tarif taksi &gt; survey harga dengan jarak yang sama)</li>
<li>Ugal-ugalan, gak mau ngerem (karena ngerem bajaj itu susah, soalnya buang gas banyak dari pada ngebutinnya lagi)</li>
<li>Boros bahan bakar</li>
<li>Motor gw nabrak bajaj (tukang bajaj gendeng, tiba-tiba ngerem mendadak, alasannya: ni penumpang manggil-manggil saya)</li>
<li>Rata-rata gak punya lampu rem belakang (penyebab nomor 4) -&gt; lampu belakang cuma display</li>
<li>Rata-rata spionnya cuma display atau mainan (penyebab nomor 4)</li>
<li>Hanya bajaj dan Tuhan tahu kapan bajaj berhenti dan kemana bajaj menikung. Pengendara di belakang harap hati-hati</li>
<li>Bajaj, kadang kalau menikung menyisakan 2 roda, momen itu mendekatkan kita dengan yang di atas, dan mengingatkan kita untuk berdoa: semoga tidak terguling (kan gak keren kalau terguling dalam bajaj, kesannya gak elegan banget).</li>
<li>cukup!!!! gw pengen bajaj minggat dari jakarta.</li>
</ol>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rizazmi.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rizazmi.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rizazmi.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rizazmi.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rizazmi.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rizazmi.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rizazmi.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rizazmi.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rizazmi.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rizazmi.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizazmi.wordpress.com&blog=6712481&post=87&subd=rizazmi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rizazmi.wordpress.com/2009/08/12/gw-gak-suka-bajaj/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/103207c25bed7e24ce547835b03228c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizazmi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa arti sebuah (nama) panggilan?</title>
		<link>http://rizazmi.wordpress.com/2009/08/12/apa-arti-sebuah-nama-panggilan/</link>
		<comments>http://rizazmi.wordpress.com/2009/08/12/apa-arti-sebuah-nama-panggilan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 16:16:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizazmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain-Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rizazmi.wordpress.com/2009/08/12/apa-arti-sebuah-nama-panggilan/</guid>
		<description><![CDATA[Fakta tentang panggilan-panggilan gw:


Dari sejak jaman azali dan tertulis dalam kitab Lauhul Mahfuz, nama gw adalah Riza Azmi.


Saat SD, dipanggil Riza.


Abah dan Mama tetap memanggil Riza sampai sekarang.


Saat SMP dipanggil Onyeng, and always up till now, my friends call me with that  *jauh ya???*.


Pas SMA dipanggil RAZ, Riza, Azmi, SD


Rini sampai sekarang, masih manggil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizazmi.wordpress.com&blog=6712481&post=86&subd=rizazmi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Fakta tentang panggilan-panggilan gw:</p>
<ol>
<li>
<div>Dari sejak jaman azali dan tertulis dalam kitab Lauhul Mahfuz, nama gw adalah Riza Azmi.</div>
</li>
<li>
<div>Saat SD, dipanggil Riza.</div>
</li>
<li>
<div>Abah dan Mama tetap memanggil Riza sampai sekarang.</div>
</li>
<li>
<div>Saat SMP dipanggil Onyeng, and always up till now, my friends call me with that <img border="0" hspace="0" alt="" align="baseline" src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/6.gif" /> *jauh ya???*.</div>
</li>
<li>
<div>Pas SMA dipanggil RAZ, Riza, Azmi, SD</div>
</li>
<li>
<div>Rini sampai sekarang, masih manggil gw dengan sebutan SD</div>
</li>
<li>
<div>Saat Kuliah dipanggil Azmi</div>
</li>
<li>
<div>Namun, saat di telpon <img border="0" hspace="0" alt="" align="baseline" src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/41.gif" />, pesan tiket, booking travel, pesen kamar hotel, konfirmasi kedatangan, beli barang, atau kegiatan pertelponan, nama gw selalu dituliskan: Risa Asmi (dan sering dikira cewe).</div>
</li>
<li>
<div>Bos gw yang sekarang, memanggil gw dengan nama: Amzi / Imza <img border="0" hspace="0" alt=":hammer:" align="baseline" src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/8.gif" />.</div>
</li>
<li>
<div>Begitu pula dengan Babe kos kwitang kadang memanngil gw either: Amzi, Imza, Izmi <img border="0" hspace="0" alt="" align="baseline" src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/crazy.gif" />. Hanya belakangan ini, babe kos gw udah mulai waras, manggil gw dengan nama yang benar: Azmi (pakai &#8216;Z&#8217; pulak <img border="0" hspace="0" alt="" align="baseline" src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/14.gif" />).</div>
</li>
<li>
<div>Caraka Balitbang SDM, Pak Watno, selalu memanggil gw dengan nama Aziz <img border="0" hspace="0" alt=":nohope:" align="baseline" src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/q11.gif" />. Gw ulang: &#8220;Azmi, Pak&#8221;. Si Bapak nyahut lagi: &#8220;Eh, iya lupa, Azmi. Hehehe. (dengan ketawa khasnya)&#8221;. Besoknya terulang lagi. Sekarang sudah lebih dari 1.5 tahun, si Bapak masih mengulang kesalahannya. Mungkin karena gw udah kebal, ya udah, cuma si bapak yang manggil gw dengan nama Aziz. The only person.</div>
</li>
<li>
<div>Waktu Community Development gw ngajar, si Eneng, anak murid gw, manggil gw kak Izma (yah agak mirip-mirip, cuma huruf-hurufnya yang ditukar-tukar. Semoga kelak kamu jadi anak yang kreatif nak <img border="0" hspace="0" alt="" align="baseline" src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/15.gif" />).</div>
</li>
<li>
<div>Widya, manggil gw dengan nama Mimi. A cute name, tapi kok kayak gini &#8211;&gt; <img border="0" hspace="0" alt="" align="baseline" src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/28.gif" />.</div>
</li>
<li>
<div>Dari kata Riza; ada yang manggil gw: Riz&#8230;.; tapi kebanyakan Za&#8230;.. But the sound more likely as Ris&#8230;. and Ja&#8230;. (gw jadi mikir, ini efek punya lidah orang Indonesia <img border="0" hspace="0" alt=":hammer:" align="baseline" src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/8.gif" />).</div>
</li>
<li>
<div>Dari kata Azmi; ada yang manggil gw: Mi&#8230;.; Az&#8230;.; tapi kebanyakan kuping gw malah mendengarnya As&#8230;.; (yeah, as long as not written with double s <img border="0" hspace="0" alt=":hammer:" align="baseline" src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/8.gif" />).</div>
</li>
<li>
<div>Kakak dan Adik gw memanggil gw dengan nama Ojong (tambah jauh <img border="0" hspace="0" alt=":hammer:" align="baseline" src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/8.gif" />)&#8230;.</div>
</li>
<li>
<div>Dosen-dosen bule waktu di PU atau orang bule memanggil nama gw Azmi. Tapi kedengarannya seperti ini: Ezmy atau kalau lagi waras mereka memanggil gw Azmi namun terdengar seperti doeble z: Azzzzzzzmi (z nya nempel dilidah). Gw mikir lagi, ini mungkin efek punya lidah bule <img border="0" hspace="0" alt="" align="baseline" src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/14.gif" />.</div>
</li>
<li>
<div>Temen-temen Asia gw <img border="0" hspace="0" alt="" align="baseline" src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/32.gif" /> (China, Viet) selalu memanggil gw dengan nama lengkap dan benar: Azmi (gak pake disingkat Mi atau Za). termasuk Mr. Felix yang dari Philiphine. <img border="0" hspace="0" alt="" align="baseline" src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/smiley_beer.gif" /> </div>
</li>
<li>
<div><img border="0" hspace="0" alt="" align="baseline" src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/34.gif" />Istri gw<img border="0" hspace="0" alt="" align="baseline" src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/34.gif" />memanggil gw dengan sebutan Aa atau Papa. Hehehehe&#8230;.</div>
</li>
</ol>
<p>Gw akhirnya mikir, so what is inside the nickname? <img border="0" hspace="0" alt="" align="baseline" src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/crazy.gif" /></p>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rizazmi.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rizazmi.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rizazmi.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rizazmi.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rizazmi.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rizazmi.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rizazmi.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rizazmi.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rizazmi.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rizazmi.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizazmi.wordpress.com&blog=6712481&post=86&subd=rizazmi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rizazmi.wordpress.com/2009/08/12/apa-arti-sebuah-nama-panggilan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/103207c25bed7e24ce547835b03228c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizazmi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/6.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/41.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/8.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:hammer:</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/crazy.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/14.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/q11.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:nohope:</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/15.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/28.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/8.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:hammer:</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/8.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:hammer:</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/8.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:hammer:</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/14.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/32.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/smiley_beer.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/34.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/34.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/crazy.gif" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>