Ke Makassar
April 28, 2011
4 hari dinas kantor dalam rangka survey penelitian mandiri, berikut yang di dapat di Makassar:
- Menginap di Hotel Cokelat, tampaknya hotel ini adalah hotel melati yang sedang di upgrade ke bintang 1. Beberapa fasilitas masih melati, seperti AC tidak dingin, siaran TV bersemut, handuk kecokelat-cokelatan dan toilet yang menguning kecokelatan. 2 yang terakhir awalnya gw pikir karena sesuai dengan nama hotel ini, jadi agak cokelat-cokelat gitu. Kelebihan hotel ini masih baru di renov dan dekat dengan akses jalan (samping Mall Ratu). Alasan pemilihan hotel ini karena mendadak PUM memberi tahu bahwa hotel di downgrade jadi 313.000 karena harga tiket yang membengkak. Padahal jauh-jauh hari gw sudah booking hotel yang bagusan disekitar Karebosi. Harga tiket melambung gara-gara si travel
sialan itumenunda Issued tiket gara-garanya kantor belum bayar. Sebenarnya, kantor sudah pasti bayar, namun tunggu verifikasi dari KPN dan sebagainya. Intinya, daripada uang saku dipotong, lebih baik uang hotel dipotong, begitu tampaknya kebijakan PUM ini gw baca. - Ternyata Makassar much-much-better than Jakarta. Sehari tinggal di sini, gw makin betah dan menyarankan ibu kota itu sebaiknya penataannya seperti Makassar. Kota ini luas, namun transportasinya jelas, kalau mau ke mana-mana enak. Kekurangannya, transportasi tidak sampai masuk ke jalan-jalan yang lebih kecil, hanya pada arteri utama. Jadi, kalau mau kemana-mana harus tahu turun di jalan besar mana, terus nyambung naik becak. Oya, gw juga suka moralitas sopir pete-pete di sini, tidak seperti di Jakarta yang ugal-ugalan atau Bandung yang suka nipu. Yang lain gw suka, taksinya banyak dan pakai argo, tidak seperti Bandung yang nembak (lebih mahal). Rata-rata taksinya juga punya tarif sama, dan mereka juga jujur, jarang gw diputer-puter (gw pantau via Android/GMaps).
- Makassar itu panas (beuh gila).
- Makassar yang identik dengan mahasiswa tawuran itu tampaknya terlalu dibesar-besarkan tv-nya om brewok.
- Sop Konro, Konro Bakar, Pisang Epe, Coto, gw merindukan kalian. Mak Nyos. Kalau kalian ke Makassar, harus mencoba ini semua.
- Air putih jika makan di kakilima itu, selalu air putih sejuk yang maknyes di tenggorokan. Beda seperti di Jakarta yang dikasih air hanget (atau malah air mendidih) pas makan. Kalau makannya siang-siang, sudah keringetan gerah plus air panas. Wow, ganggu sekali. Bijak sekali kuliner di Makassar yang panas ini. Airnya bikin seger.
- Bantimurung yang legendaris itu biasa saja, gw belum jatuh cinta. Mungkin ini karena gw estafet ke sana pakai pete-pete. Dari hotel, naik pete-pete ke Sentral. Dari sana nyambung ke Daya, ternyata ini makan waktu 1 jam, mana lagi jam 11 siang, lagi panas-panasnya. Dari Daya turun sebentar buat makan siang neguk air sejuk kakilimaan. Dari Daya sambung lagi Kota Maros, lagi macet ada yang tabrakan, ini butuh waktu 1 jam lagi. Nah, perjalanan tidak berhenti di situ. Di tengah terik dan godaan ke Surga Kupu-Kupu itu, ternyata harus nyambung lagi naik pete-pete ke Bantimurung (30 menit, total 2.5 jam! panas-panasan). Karena baru pertamax, maka gw nyari-nyari dimana lokasi Taman Nasional Bantimurung itu. Ini juga berhubung sopirnya tidak mengerti juga percakapan gw: Pak, tolong saya diberhentikan di Taman Kupu-Kupu. Sopir: hah? kupu-kupu. ###percakapan berhenti, gw males###. 15 menit kemudian, gw ngobrol lagi: Pak, tolong saya diberitahu Taman Nasioanl Bantimurung, Sopir: Iya nanti diantar. Sekelebat, gw melihat tulisan Taman Nasional Bantimurung, seketika gw bilang STOP.STOP.STOP. Sopirnya juga sigap injak rem mendadak (untungnya penumpang lagi kosong). Pas gw tanya ke pak Sopir: Pak, ini ya Taman Nasionalnya. Pak Sopir: E…. bukan itu, itu panti asuhan, di depannya lagi. Ternyata gw diturunkan di depan gerbang. Masuk ke dalam masih sangat jauh. #tega sekali si pak Sopir sama musafir sesat ini#. Di sana gw beli tiket 10 ribu. Pas masuk, di area itu cuma ada kolam renang alami alias, sungai yang jadi pemandian. Dan… cuma itu. Kecewa, gw ngulik-ngulik ke sana kemari nyari kupu-kupu, tampaknya tidak ada juga. Masuk ke goa mimpi males, gelap, dan satu lagi kok gak ada guide yang bisa disewa ya. Tempat ini sepertinya juga tidak terurus. Mungkin yang gw inginkan waktu melihat di Trans7, Taman Kupu-Kupu itu adalah penangkaran kupu-kupu kali ya. Karena sudah malas dan cape sama situasi, gw akhirnya pulang saja setelah beli oleh-oleh. Lain kali kalau ke Makassar lagi, mungkin gw mampir ke Taman PraSejarah dan Penangkaran. Trus, sewa mobil saja dan sewa guide dan baca-baca tur backpacker sebelumnya, spot-spot apa yang menarik di Maros-Bantimurung.
- Pantai Losari itu konsep yang sangat bagus sebagai ruang terbuka untuk masyarakat.
- Overall, gw salut sama pemerintah daerah setempat sama pembangunan dan penataan Makassar. Harusnya pemda/DPRD Jakarta studi banding ke sini. Termasuk juga pemda/DPRD Jawa Barat. Gw kasihan sama Jakarta yang tiap hari kian parah. Apalagi Bandung yang sebenarnya kota yang menarik yang dirusak oleh jalur angkot yang semraut, kondisi lalu-lintas yang membingungkan, dan moralitas sopir terutama sopir angkot dan taksi. Oya, jalan di Makassar rata-rata tidak punya jembatan penyebrangan seperti di Bandung, tapi kalau nyebrang gw merasa nyaman. Mobil di sini hormat semua sama penyebran jalan, beda kayak di Jakarta yang asal nyosor atau di Bandung yang pada intinya sama saja, orang Jakarta yang liburan (mobil plat B itu egois, termasuk plat H Bogor).
- 4 hari di sini, gw kerasan.
Oya, Besok sudah harus siap-siap ke pangkuan ibu kota lagi *sigh*
Cara Men-Enable Hibernate di Vista
April 4, 2011
Dari sekian operating system buatan M$, Vista setahu dan sepengalamanku adalah produk gagal di operating system. Salah satu contohnya adalah, bingungnya bagaimana caranya mere-enable fitur Hibernate di Vista. Secara tidak sengaja, kemaren fungsi itu hilang begitu saja gara-gara saat melakukan clean-up hardisk dan mencentang Hibernate File Cleaner. Space yang disediakan lumayan besar, gak tahunya ternyata efeknya mendisable fungsi Hibernate. Panik gara-gara ini, aku coba cari di Help Center Vista, dan tidak memberi solusi apa-apa (velly ba….ad).
Ternyata setelah browsing-browsing solusinya seperti ini:
- buka command prompt
- ketik: powercfg /hibernate on [enter]
Dijamin, fungsi Hibernate kembali seperti semula.

